aku yang tersepit

Aku tersepit di muka surat terakhir dalam karangan kita,
Sebuah hikayat indah yang tergantung akhirnya tidak bernoktah,
di waktu pena ku masih ligat menari meriwayat kisah-kisah cinta, 

menulis karangan-karangan di atas karya kita
Waktu sang bunga sedang rancak kembang mewangi.

 Engkau harum

Sedar tidak sedar tulisan-tulisan itu semakin pudar

Sedang dakwat penaku beransur kurang hilang hari demi hari
Muka surat kosong pun sudah dipenuhi


Dalam tangisanku aku masih tersepit
Teman sepenulisanku tidak pun bersama ku
Dengan menyarung busana yang aku jahit dia berlalu tanpa berpaling sekilas pun

Tenanglah engkau
Biarlah aku yang tersepit terus menulis
Berpura-pura tidak menangis
Sehingga semua yang Tersisa akan habis .

-fr-

Comments